Renungan

Keselamatan Untuk Siapa?

Wahyu 7:9-12; Mazmur 8:5 – Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: ”Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!”

Ini adalah pemandangan luar biasa yang terjadi di dalam surga. Satu himpunan manusia yang tak terhitung jumlahnya secara serentak dan dengan suara nyaring berseru, ”Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” Siapa mereka itu? Dan mengapa mereka berseru demikian? Mereka adalah pribadi-pribadi yang telah melewati kematian secara fisik dan mengalami penebusan [keselamatan] secara sempurna oleh Darah Anak Domba Allah. Karena mereka telah mengalami secara pribadi apa itu keselamatan membuat mereka bisa berkata, ”Keselamatan bagi [NKJV: milik kepunyaan] Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”

Continue Reading

Renungan

Celaka 3 Kali

Wahyu 8:6-13; Ulangan 10:17 – “Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: “Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya” (Wahyu 8:13).

Kata “celaka” yang disebutkan 3 kali menandakan seriusnya “celaka” yang akan menimpa penduduk bumi, sebab sangkakala penghukuman Allah masih akan ditiup lagi.

Di negeri yang kita cintai ini hukum haruslah ditegakkan, meskipun prakteknya hukum itu bisa dibeli. Saya yakin tidak hanya di negeri ini saja, tetapi di negeri lain pun hukum masih dapat diputarbalikkan. Tetapi hukum Allah tidak dapat diputarbalikkan. Siapa yang bersalah tidak akan lolos dari hukuman. Atau Anda berpikir akan ada seorang konglomerat yang datang dengan membawa sekopor berlian lalu hendak menyuap Allah? Lupakan! Pemandangan seperti itu tidak akan terjadi. Alkitab berkata, “Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap” (Ulangan 10:17).

Continue Reading

Music

Ditinggikan Pada Waktunya

2 Timotius 4:8 – “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, . . . . ”.

Setiap orang tentunya ingin ditinggikan, termasuk kita. Supaya ditinggikan rupanya bukan hal yang mudah, meskipun janji Allah sudah keluar dari mulut-Nya. Kalau kita melihat kisah daripada Daud; dimana dalam kurun waktu yang cukup lama dan menegangkan Daud harus berlarian ke sana kemari menghindari kejaran Saul. Yang mengejar bukanlah orang biasa, tetapi seorang raja dengan banyak prajurit yang menyertainya. Terkadang dia mengalami depresi yang dalam. Dan Daud kerap berpikir kapan saatnya dia mendapatkan janji Allah? Tetapi Allah tidaklah lupa dengan janji-Nya. Dia menepati dan pada saat yang ditentukan Daud duduk di atas tahta sebagai raja dengan segala kemuliaan.

Kapan kita ditinggikan? Anda pasti sering mempertanyakan hal ini. Tetapi Allah tidak pernah lupa akan janji-Nya. Meskipun saat ini Anda seperti berada dalam situasi seperti yang dihadapi oleh Daud, tetapi Allah pasti menepatinya.

Setiap orang yang mau ditinggikan harus mengalami proses terlebih dahulu. Seperti Yesus sendiri. Sebelum diangkat dan didudukkan di sebelah kanan Bapa, Yesus harus dianiaya, disiksa, lalu dibunuh di atas kayu salib. Tetapi setelah itu kemuliaan Allah menyertai-Nya. Mungkin Anda juga berkata bahwa Paulus tidak pernah mengalami kemuliaan. Seumur hidupnya dia mengalami aniaya dan penderitaan. Tetapi Anda lupa bahwa di balik aniaya itu dia mengalami sukacita. Lagipula saat terakhir Paulus berkata, “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, . . . . ” (2 Timotius 4:8).

Kita pasti ditinggikan. Mungkin Anda mengeluh sampai kapan aku harus menunggu dalam kesengsaraan? Jangan bersedih hati, sebab sesungguhnya Allah pasti melakukan apa yang difirmankan-Nya.

Tetap ingatlah bahwa kemuliaan tidak harus identik dengan kekayaan. Kemuliaan lebih luas artinya. Kemuliaan mengandung sukacita dan damai sejahtera Allah serta kepenuhan di dalam Kristus.

Daud ditinggikan pada saat-Nya. Anda juga akan ditinggikan pada saat-Nya. Jadi baiklah kita tidak lengah, supaya iblis tidak mencuri pengharapan dalam diri kita, amin.