Renungan

Celaka 3 Kali

Wahyu 8:6-13; Ulangan 10:17 – “Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: “Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya” (Wahyu 8:13).

Kata “celaka” yang disebutkan 3 kali menandakan seriusnya “celaka” yang akan menimpa penduduk bumi, sebab sangkakala penghukuman Allah masih akan ditiup lagi.

Di negeri yang kita cintai ini hukum haruslah ditegakkan, meskipun prakteknya hukum itu bisa dibeli. Saya yakin tidak hanya di negeri ini saja, tetapi di negeri lain pun hukum masih dapat diputarbalikkan. Tetapi hukum Allah tidak dapat diputarbalikkan. Siapa yang bersalah tidak akan lolos dari hukuman. Atau Anda berpikir akan ada seorang konglomerat yang datang dengan membawa sekopor berlian lalu hendak menyuap Allah? Lupakan! Pemandangan seperti itu tidak akan terjadi. Alkitab berkata, “Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap” (Ulangan 10:17).

Pada akhir zaman semua manusia akan dikumpulkan dan akan ada pengadilan akbar yang akan digelar. Setiap orang yang namanya tidak tercantum dalam kitab kehidupan pasti akan menemui kekekalan di dalam penghukuman Allah. Berita inilah yang sering dikumandangankan hingga kini. Tetapi apakah manusia bertobat? Tidak! Atau lebih tepat lagi sebagian dari mereka memang bertobat, tetapi banyak juga yang menganggap berita mengenai penghukuman Allah itu menyalahi “prosedur” Allah yang penuh dengan kasih. Selalu saja mereka beralasan, “Bagaimana mungkin Allah yang penuh dengan kasih mencemplungkan manusia ke dalam api neraka”?

Yang benar adalah Allah sudah menyiapkan bahtera keselamatan melalui bahtera di dalam Yesus. Siapa yang mau turut masuk ke dalam bahtera itu ia akan diselamatkan, sebab “….. kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup….” (1 Yohanes 3:14). Tetapi mereka yang berada di luar akan menemui kebinasaan. Dan sejarah ini akan terulang ketika semua orang yang percaya kepada Yesus telah masuk ke dalam bahtera, sedangkan yang menolak-Nya berada di luar. Tahu-tahu air bah datang. Tahu-tahu malapetaka datang.

Renungan:
Cepat atau lambat Yesus datang dan Ia segera mengumpulkan orang benar ke dalam kediaman-Nya, sedangkan orang fasik akan menemui kebinasaan. Sebenarnya tidak nyaman mendengarkan berita mengenai akhir zaman dan penghakiman Allah, tetapi itulah yang Tuhan sampaikan kepada Anda hari ini.

Kecuekan manusia masih jauh lebih besar dari ketakutannya akan berita mengenai penghakiman Allah.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply