Renungan

Jubah Putih

Wahyu 6:9-11; Daniel 3:2 – “Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka” (Wahyu 6:11).

Jubah putih yang diberikan berbicara tentang kesucian, kemurnian, sukacita, kemenangan dan kemuliaan yang diterima oleh para martir, yaitu orang yang meninggal karena kesetiaan dan ketekunannya di dalam mengerjakan pekerjaan imannya. Iman seorang martir tetap teguh, tidak lapuk oleh hujan dan panas, tidak goyah dengan terpaan badai yang menerjangnya. Imannya tidak dipengaruhi dengan keadaan dunia sekitarnya, melainkan dapat menyesuaikan diri dan tetap berdiri kokoh dan terus memberitakan Injil kerajaan Allah hingga akhir hayatnya.

Martir itu bukan suatu pilihan, seseorang tidak bisa menjadikan dirinya sebagai martir, namun setiap orang percaya harus mempersiapkan dirinya sebagai martir. Artinya setiap orang percaya harus memiliki komitmen di dalam hidupnya yaitu tetap berdiri kokoh di dalam kasih, iman dan pengharapannya kepada Allah, walaupun situasi dan kondisinya tidak baik bahkan mengancam jiwa kita.

Sadrakh, Mesakh dan Abednego misalnya, ketika dipaksa menyembah dewa oleh Nebukadnezar, mereka bertiga tetap teguh pada imannya dan dengan tegas menolak perintah itu. Walaupun mereka tahu, risiko yang akan dihadapinya. Mendengar keteguhan hati mereka Nebukadnezar geram, dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu. Dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego, namun Allah menyelamatkan mereka. Bahkan mata Nebukadnezar mulai terbuka dan berkata: ”Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya” (Daniel 3:28 ).

Apa yang dialami Sadrakh, Mesakh dan Abednego juga sudah dialami oleh orang-orang Kristen di muka bumi ini. Hal itu tidak bisa dihindari. Indikasinya ialah: adanya kelompok-kelompok yang menentang pemberitaan Injil, pembangunan tempat ibadah dan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Karenanya kepada setiap orang percaya diteguhkan: “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka (Matius 10:28). Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, akan diselamatkan (Markus 8:35).

Renungan – Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Roma12:11).

Baik hidup atau mati adalah milik Kristus.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply