Renungan

Keselamatan Untuk Siapa?

Wahyu 7:9-12; Mazmur 8:5 – Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: ”Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!”

Ini adalah pemandangan luar biasa yang terjadi di dalam surga. Satu himpunan manusia yang tak terhitung jumlahnya secara serentak dan dengan suara nyaring berseru, ”Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” Siapa mereka itu? Dan mengapa mereka berseru demikian? Mereka adalah pribadi-pribadi yang telah melewati kematian secara fisik dan mengalami penebusan [keselamatan] secara sempurna oleh Darah Anak Domba Allah. Karena mereka telah mengalami secara pribadi apa itu keselamatan membuat mereka bisa berkata, ”Keselamatan bagi [NKJV: milik kepunyaan] Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”

Mereka sadar dan tahu bahwa Allah adalah satu-satunya sumber keselamatan bagi umat manusia melalui Yesus Kristus Anak Domba Allah itu. Memang keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus saja. ”Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Para Rasul 4:12).

Dan pengalaman keselamatan hanya bisa dialami oleh mereka yang percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Dan mereka yang telah mengalami keselamatan pasti mengalami perubahan dalam hidupnya. Pertama-tama rohnya dilahirkan kembali, jiwanya mengalami pembaharuan setiap hari dan tubuhnya akan diubah dengan tubuh kemuliaan pada saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Bagaimana dengan malaikat? Malaikat tidak pernah mengalami keselamatan dan keselamatan hanya untuk keturunan Adam saja. Para malaikat hanya dapat berkata, ”Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!” Mereka hanya mengaminkan saja apa yang dikatakan oleh mereka yang telah ditebus dengan Darah Anak Domba Allah.

Renungan – Oleh sebab itu kita yang telah menerima keselamatan seharusnya menyaringkan suara kita kepada Allah dalam pujian seperti yang dilakukan oleh para martir Kristus, ”Keselamatan bagi [NKJV; milik kepunyaan] Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” Bukan hanya itu, kita juga harus menyaringkan berita keselamatan di dalam Yesus kepada dunia ini bahwa hanya Yesus Juru Selamat umat manusia.

Manusia lebih mengerti arti pengorbanan Kristus daripada para malaikat.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply