Renungan

Menang Atas Penderitaan

Wahyu 6:5-6; Yeremia 51:4 – “Dan aku melihat:sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: “Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu” (Wahyu 6:5, 6).

Penderitaan adalah kondisi yang paling ditakuti oleh setiap orang. Tidak seorang pun yang mau hidup menderita, dan kalau hal itu terjadi biasanya karena terpaksa bukan karena disengaja. Setiap orang pasti mempunyai keinginan untuk hidup enak, nyaman, aman dan tenteram, bebas dari rasa lapar, bebas dari rasa haus, semua yang dibutuhkan bisa tercukupi. Namun kitab Wahyu 6:5,6 memberikan peringatan dan gambaran kepada kita tentang kondisi buruk yang menjadikan umat manusia di bumi ini mengalami kepanikan.

Kuda hitam dan penunggangnya yang memegang sebuah timbangan berbicara secara simbolik tentang munculnya bencana kelaparan, keguncangan ekonomi, inflasi, resesi, dan kepanikan sosial. Dan inflasi kemungkinan besar akan menjadi alasan yang akan digunakan oleh anti-Kristus untuk menerapkan pengendalian ketat atas penjualan dan pembelian bahan makanan (lih. Wahyu 13), sehingga ini akan memicu kesulitan makanan. Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan, dan akibatnya akan muncul kelaparan (Matius 24:7).

Hari-hari ini apa yang dikatakan dalam kitab tersebut mulai tergenapi, walaupun belum kesudahannya. Sering kita mendengar dan membaca lewat media massa baik cetak maupun audio visual, akan adanya peperangan, kelaparan, bencana alam dengan korban yang tidak sedikit jumlahnya. Bahkan tidak jarang kita pun juga terkena imbasnya.

Seperti apapun kondisi keluarga kita, ingat dan teladani hidup jemaat Tuhan di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan (2 Korintus 8:1, 2).

Penderitaan itu seringkali datangnya secara tiba-tiba dan tanpa diundang. Karena itu jika kita masuk di dalamnya janganlah sekali-kali kita mengandalkan manusia dan melupakan Tuhan Yesus. Malah sebaliknya kita harus semakin dekat dengan-Nya, sebab Imanuel, Allah beserta dengan kita untuk menguatkan dan menolong kita. Dan yang perlu diingat, penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Roma 8:18). Apalagi kalau penderitaan itu terjadi karena nama Tuhan.

Renungan – “Bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya” (1 Petrus 4:13).

Kalahkanlah penderitaan dengan kekuatan Tuhan.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply