Renungan

Ritual Doa

Wahyu 8:1-5; Mazmur 141:2 – “Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah” (Wahyu 8:4).

Allah sangat menghargai doa. Sebab hanya melalui doa Allah dapat berkomunikasi dengan kita. Tetapi doa sendiri tidak lagi menjadi bagian yang penting dalam kehidupan rohani kita. Kita menganggap doa itu suatu kewajiban yang harus dilaksanakan, sebab kalau tidak…. kita akan berpikiran bahwa dengan muka merah Allah akan mendatangi dan menghukum kita. Dahulu, saat masih kanak-kanak, kalau saya tidak berdoa sebelum makan, saya khawatir nasinya keluar masih tetap jadi nasi. Jadi berdoa membawa saya pada ketakutan.

Tetapi setelah dewasa saya sadar bahwa doa bukan sekedar kewajiban, tetapi juga sarana untuk berkomunikasi dengan Allah dan alat untuk membawa kita semakin intim dengan-Nya. Banyak orang Kristen yang frustasi dengan kehidupan doanya. Mereka merasa doa-doa mereka tertiup angin, sehingga jawabannya tidak kunjung tiba. Anda pasti merasakan hal yang demikian manakala permintaan Anda tidak datang-datang juga. Akhirnya Anda patah semangat lalu tidak berdoa lagi. Itu salah!

Dalam kitab Wahyu ini Tuhan berkenan menyingkapkan suatu rahasia. Dan Alkitab menyebutkan tentang asap kemenyan yang dipersembahkan bersama doa-doa orang kudus. Ayat 4 seperti pada pembacaan di atas disebutkan tentang naiknya asap tersebut BERSAMA doa-doa orang kudus lainnya.

Tidak ada doa yang sia-sia! Asalkan Anda melakukannya dengan iman dan segenap hati Anda, maka doa itu adalah asap yang akan naik ke takhta Allah. Jauh sebelum kitab Wahyu ditulis, Daud sudah mengungkapkan kebenaran ini, “Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang” (Mazmur 141:2).

Anda lihat, doa bukan sekedar perkara meminta saja, tetapi suatu persembahan yang menyenangkan hati Tuhan. Apabila Anda berdoa yakinlah bahwa Anda sedang melakukan ritual penting dalam peribadahan Anda kepada Allah. Di dalam Perjanjian Lama seluruh acara peribadahan bangsa Israel dilakukan dengan segenap hati. Maka Anda juga harus melakukan hal yang sama. Ketika Anda sedang berada di dalam kamar dan berlutut, lakukanlah dengan segenap hati. Sebab Anda sedang membakar ukupan yang berisi doa-doa Anda. Jadi janganlah mengira bahwa doa itu bernilai rendah. Jangan anggap enteng perihal doa ini.

Renungan – Mulailah giat untuk berdoa. Semakin banyak Anda berdoa, maka Anda semakin sering mempersembahkan ukupan kepada Allah. Dan saya yakin Anda akan berubah menjadi manusia yang mencerminkan rupa Kristus.

Doa adalah ritual mempersembahkan korban ukupan kepada Allah.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply